MENINGKATKAN DAYA PIKIR
Den sholah
PENDAHULUAN
Ingatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi yang diberi kode, disimpan serta dipanggil kembali. Karena ingatan merupakan suatu proses, maka mungkin saja terjadi, proses tersebut terjadi secara baik, dan dapat pula terjadi proses tersebut mengalami gangguan sehingga berproses kurang optimal. Keluhan yang dikemukakan orang bahwa “daya ingat saya lemah” tentunya sangat berbeda dengan kapasitas yang sesungguhnya kita miliki. Kita sebagai manusia memiliki otak yang memiliki kehebatan yang luar biasa bahkan melebihi computer. Akan tetapi terkadang kita tidak tahu bagaimana memanfaatkan kehebatan otak tersebut, terutama dalam mengingat sesuatu.
Kemampuan kita mengingat sesuatu sesungguhnya luar biasa, tetapi mungkin terdapat beberapa factor yang membuat proses itu terganggu. Factor yang mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat sesuatu adalah seberapa besar minat kita terhadap informasi yang mau diingat tersebut, kemudian tidak konsentrasi dalam mengingat, serta kondisi psikologis kita. Agar proses mengingat kita dapat berjalan dengan baik, maka kita harus memperhatikan factor-faktor tersebut.
Hal yang sangat penting harus kita perhatikan dalam mengingat sesuatu adalah menggunakan teknik yang dapat mempermudah kita mengingat sesuatu, dalam makalah ini saya mencoba memaparkan teknik-teknik untuk meningkatkan daya ingat.
PEMBAHASAN
Ingatan
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Dengan adnya kemampuan manusia untuk mengingat, hal ini menunjukan bahwa manusia mampu menerima (penyandian), menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Apa yang telah dialami tidak seluruhnya hilang begitu saja namun tersimpan dalam jiwa, dan apabila diperlukan kembali hal-hal yang disimpan itu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. Namun tidk berarti bahwa semua yang telah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan dan dapat ditimbulkan kembali. Terkadang bahkan sering ada hal-hal yang tidak dapat diingat kembali atau dengan kata lain dilupakan.[1]
Sifat-sift ingatan:
· Cepat, artinya dalam waktu singkat dapat memhami sesuatu tanpa menjumpai kesukaran-kesukaran.
· Setia, artinya kesan yang telah diterimanya akan disimpan sebaik-baiknya, tak akan berubah, melainkan tetap cocokdengan keadaan waktu menerima,
· Teguh, artinya dapat menyimpan kesan dalam waktu yang lama, tak mudah lupa.
· Luas, artinya dapat menyimpan kesan yang banyak.
· Siap, artinya dengan mudah dapat memproduksi kesan.[2]
lihat gambar:
Setia – Teguh – Luas
Tipe memori yang berbeda
Memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Tiga tahap memori tidak bekerja dalam cara yang sama pada semua situasi. Memori tampaknya berbeda dalam situasi yang mengharuskan kita menyimpan material selama beberapa detik dan yang mengharuskan kita menyimpan material untuk interval yang lebih panjang dari beberapa menit hingga tahunan. Situasi pertama dinamaka memori jangka pendek, sedangkan yang kedua mencerminkan memori jangka panjang.
Perlunya membedakan memori jangka panjang dan jangka pendek didukung oleh penelitian terhadap penderita amnesia, atau gangguan memori yang berat. Pada hampir semua bentuk amnesia, penderita mengalami kesulitan yang jelas untuk mengingat material dengan interval waktu yang panjang tetapi jarang mengalami kesulitan mengingat matreial dari selang beberapa detik.
Memori yang berbeda untuk informasi yang berbeda. Sampai belum lama ini, ahli psikologi menganggap bahwa sistem memori yang sama digunakan untuk semua konteks yang telah disimpan. Sebagai contoh, memori jangka panjang diduga digunakan untuk menyimpan ingatan akan pemakaman nenek dan kecakapan yang diperlukan untuk mengemudikan sepeda. Bukti terakhir menyatakan bahwa asumsi ini salah. Jelasnya, kita tampaknya menggunakan memori jangka panjang yang berbeda untuk menyimpan fakta (seperti siapa presiden sekarang) ketimbang untuk mempertahankanfakta (seperti bagaimana menaiki sepeda).
Idealnya, kita harus mengerti terlebih dahulu perbedaan sistem memori yang bersesuaian dengan isi yang berbeda, dan masing-masing mendeskripsikan sifat tahap penyandian, penyimpanan, dan pengambilan dalam memori jangka pendek dan jangka panjang. Sebagian dari apa yang kita ketahui berkaitn untuk memori fakta, terutama fakta personal serti pengalaman kita sendiri. Jenis situasi memori yang paling kita pahami adalah yang diingat secara sadar akan pengalaman dimasa lalu, dimana pengingatan itu dialami terjadi diwaktu tempat tertentu. Jenis memori ini yang dinamakan memori eksplisit.[3]
Meningkatkan Daya Ingat
Setelah sedikit membicarakan mengenai memori jangka pendek dan jangka panjang, selanjutnya kita akan membahas mengenai bagaimana meningkatkan daya ingat. Mengenai meningkatkan daya ingat maka kita akan membicarakan tentang memori eksplisit. Pertama, kita akan membicarakan bagaimana meningkatkan rentang memori jangka pendek. Kemudian kita akan membicarakan berbagai metoda untuk meningkatkan memori jangka panjang; metoda tersebut bekerja dengan meningkatkan efisiensi proses penyandian dan pengambilan.[4]
Chunking dan rentang memori
Dalam psikologi kognitif dan mnemonik , chunking mengacu pada strategi untuk membuat efisien lebih banyak menggunakan memori jangka panjang oleh recoding informasi. Secara umum, Herbert Simon telah menggunakan istilah chunk untuk menunjukkan struktur memori jangka-panjang yang dapat digunakan sebagai unit persepsi dan makna, dan chunking sebagai mekanisme pembelajaran yang mengarah untuk perolehan potongan tersebut.[5]
Bagi sebagian besar individu, kapasitas memori jangka pendek tidak dapat ditingkatkan diluar chunk 7+_ 2. Tetapi kita dapat memperbesar ukuran chunk dan dengan demikian meningkatkan jumlah butir yang berada di rentang memori kita. Jika kit diberikan urutan angka 149-2177-619-93, kita dapat mengingat kedua belas angka itu jika kita menyandikan urutan angka menjadi 1492-1776-1993 dan kemudian menyimpan hanya tiga chunk itu di dalam memori jangka pendek. Walaupun recording angka menjadi tahun yang familiar bekerja baik dalam contoh ini tetapi hal ini tidak terjadi pada sebagian besar urutan angka karena kita tidak mengingat cukup banyak tanggal atau tahun yang penting. Tetapi jika sistem recording dapat diikembangkan sehingga bekerja pada semua urutan, maka rentang memori jangka pendek dapat diperbaiki secara dramtis.
Pembayangan dan Penyandian
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kita dapat meningkatkan pengingatan butir-butir yang tidak berhubungan dengan menambahkan makna diantaranya pada saat penyandian, dan hubungan tersebut akan mempermudah pengingatan kemudian. Bayangan mental sangat membantu untuk menghubungkan butir-butir yang tidak berhubungan, dan karena alasan ini pembayangan merupakan unsur utama pada banyak sistem mnemonic.
Salah satu sistem memonic yang terkenal dinamakan sistem mnemonic lokus (tempat). Metode ini bekerja cukup baik terutama dalam urutan teratur dari butir asal-asalan seperti kata-kata yang tidak berhubungan.
Selain metode lokus pembayangan juga digunakan dalam metode kata kunciuntuk mempelajari kata asing. Metode ini memiliki dua tahap. Pertama menemukan bagian dari kata asing yang bunyinya mirip dengan bahasa yang kita ketahui. Langkah selanjutnya adalah membuat bayangan yang menghubungan kata kunci dan dan ekuivalennya.[6]
Penguraian dan Penyandian
Seperti telah kita ketahui bahw semakin luas kita menguraikan suatu butir, semakin mudah kita mengingat atau mengenalinya kemudian. Fenomena ini terjadi karena semakin banyak hubungan yang kita bentuk di antar butir-butir, dan semakin besar jumlah kemungkinan pengambilan. Implikasi praktis dari penemuan ini telah jelas: jika kita ingin mengingat suatu fakta, uraikan maknanya. Pertanyaan tentang sebab dan akibat suatu peristiwa merupakan penguraian yang sangat efektif karena setiap pertanyaan membentuk hubungan yang bermakna, atau jalur pengambilan atau peristiwa itu.
Konteks dan Pengingatan
Karena konteks merupakan isyarat pengingatan yang kuat, kita dapat meningkatkan daya ingat kita dengan mengulang konteks dimana belajar terjadi. Jika kita selalu belajar disalah satu ruang, pengingatan kita akan lebih baik jika kita berada diruang itu dibandingkan di bangunan yang berbeda, karena konteks ruang merupakan isyarat pengambilan uantuk materi kuliah. Tetapi seringkali terjadi jika kita harus mengingat sesuatu, kita tidak dapat secara fisik kembali ke konteks dimana kita mempelajarinya. Jika kita mengalami kesulitan mengingat nama kawan sekolah dulu, kita tidak dapat kembali ke sekolah itu hanya untuk mengingatny. Tetapi dalam situasi tersebut kita dapat mencoba menciptakan kembali konteks secara mental. Untuk mengingat nama yang lama terlupakan itu, kita dapat memikirkan kelas, atau aktivitas lain yang kita lakukan semasa di sekolah dulu untuk mencari apakah ada hal-hal yang mengingatkan kita akan nama tersebut.
Organisasi
Organisasi selama penyandian mengingatkan pengingatan selanjutnya. Prinsip ini dapat diterapkan dalam pemakaian praktis: kita mampu menyimpan dan mengambil sejumlah besar informasi jika kita mengorganisasikannya.
Beberapa eksperimen telah mempelajari pengorganisasian yang dapat digunakan untuk mempelajari banyak butir yang tidak berhubungan. Dalam salh satu penelitian subjak mengingat daftar kata yang tidak berhubungan dengan mengorganisasikan kata itu kedalam sebuah cerita pendek,[7] Misalnya kita akan berbelanja di supermarket untuk membeli beras, shampo, susu, permen karet, pembersih lantai, telur, kecap, keju, saos tomat, tisu. Daripada berusaha menghafalnya, lebih baik kita membuat cerita untuk hal-hal ini menjadi Dewi Sri (merupakan legenda dewi padi yang menggambarkan beras) sedang keramas (shampo) sambil mandi susu. Sedangkan di luar, si Mbok yang sedang mengunyah permen karet sambil mengepel (permbersih lantai) sudah menyiapkan telur rasa kecap bertabur keju dan saos tomat yang lembut seperti tisu.[8]
Melatih Pengingatan
Cara lain untuk meningkatkan pengingatan adalah melatih pengingatan artinya, bertanya pada diri sendiri tentang apa yang akan kita palajari. Misalnya kita mempunyai 2 jam untuk mempelajari teks yang dapat dibaca kira-kira 30 menit. Membaca ulang teks empat kali biasanya jauh kurang efektif ketimbang membacanya satu kali dan mengajukan pertanyaan tentang isi teks kepada diri sendiri. Kemudian kita dapat membaca ulang bagian tertentu untuk memperjelas poin-poin yang sulit diingat pada saat sekali baca. Upaya pengingatan adalah pemakaian efektif waktu belajar. Hal ini telah didemonstrasikan sejak lama oleh eksperimen yang menggunakan materi seperti yang dipelajari dalam kuliah.
Suatu prosedur yang mirip dengan melatih pengingatan mungkin berguna dalam situasi memori implisit. Prosedur ini dinaamakan sebagai latihan mental, dan melibatkan pengulangan khayal kecakapan perseptual motorik tanpa disertai gerakan tubuh.
Metode PQRST
Salah satu teknik yang palin dikenal untuk meningkatkan daya ingat adalah Metode PQRST, metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk mempelajari dan mengingat materi yang dipersentasikan dalam sebuah buku teks (Thomas & Robinson, 1982). Metode ini mengambil nama dari lima tahapannya: Preview (peninjauan), Question (pertanyaan), Read (membaca), Self-Recitation (menceritakan kembali diri sendiri), dan Test (ujian). Langkah pertama dalam metode ini kita kita meninjau materi di dalam bab untuk mendapat ide tentang topik utama dan bagian bagiannya. Peninjauan ini dilakukan dengan membaca garis besar bab pada awal bab, sambil membaca sepinyas bab sambil memberi perhatian khusus pada judul bagian utama dan sub bagiannya, dan secara cermat membaca ringkasan pada akhir bab. Jenis peninjauan ini merangsang kitauntuk mengorganisasikan bab, seperti yang telah dibahas bahwa pengorganisasian materi membantu kemampuan kita untuk mengingatny.
Langkah kedua, ketiga dan keempat (Question, Read, Self-Recitatiaon) diterapkan pada tiap bagian utama bab. Dalam tahap Question kita dengan cermat membaca bagian dan subbagian dan kembali ke pertanyaan tersebut. Dalamtahap Read, kita membaca bagian dengan mata mencari jawaban pertanyaan. Dan dalam tahap Self-Recitation, kita mencoba mengingat gagasan utama dalm bagian dan menceritakan informasi.
Dalam tahap Question dan Read hampir pasti merangsang kita untuk menguraikan materi sambil menyandikannya, sedangkan tahap Self-Recitation merangsang kita untuk pengingatan kembali.
Tahap kelima atau Test, dilakukan setelah menyelesaikan seluruh bab. Kita mencoba mengingat fakta utama yang telah kita baca dan mengerti bagaimana berbagai fakta berhubungan satu sama lain. Tahap ini merangsang penguraian dan menawarkan latihan pengingatan lebih lanjut. Singkatnya, dalam metode ini mengandalkan tiga prinsip dasar untuk meningkatkan daya ingat: mengorganisasikan materi, menguraikan materi dan melatih pengingatan.[9]
Implementasi Dalam Kajian Pendidikan Islam
Dengan menggunakan metode-metode meningkatkan daya ingat, pendidik dapat menerapkan tiga metode dasar untuk meningkatkan daya ingat kepada peserta didik yang memang dalam pendidikan islam diperlukan bayak materi-materi yang harus dihafalkan seperi menghafalkan doa-doa, hadits nabi dan bahkan Al-quran
Kesimpulan
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Dengan adnya kemampuan manusia untuk mengingat, hal ini menunjukan bahwa manusia mampu menerima (penyandian), menyimpan dan menimbulkan kembali pengalaman-pengalaman yang dialaminya.
Sifat-sift ingatan:
· Cepat, artinya dalam waktu singkat dapat memhami sesuatu tanpa menjumpai kesukaran-kesukaran.
· Setia, artinya kesan yang telah diterimanya akan disimpan sebaik-baiknya, tak akan berubah, melainkan tetap cocokdengan keadaan waktu menerima,
· Teguh, artinya dapat menyimpan kesan dalam waktu yang lama, tak mudah lupa.
· Luas, artinya dapat menyimpan kesan yang banyak.
· Siap, artinya dengan mudah dapat memproduksi kesan.
lihat gambar:
Setia – Teguh – Luas
Meningkatkan Daya Ingat
Chunking dan rentang memori
Dalam psikologi kognitif dan mnemonik , chunking mengacu pada strategi untuk membuat efisien lebih banyak menggunakan memori jangka panjang oleh recoding informasi. Secara umum, Herbert Simon telah menggunakan istilah chunk untuk menunjukkan struktur memori jangka-panjang yang dapat digunakan sebagai unit persepsi dan makna, dan chunking sebagai mekanisme pembelajaran yang mengarah untuk perolehan potongan tersebut.
Pembayangan dan Penyandian
Bayangan mental sangat membantu untuk menghubungkan butir-butir yang tidak berhubungan, dan karena alasan ini pembayangan merupakan unsur utama pada banyak sistem mnemonic.
Penguraian dan Penyandian
Implikasi praktis dari penemuan ini telah jelas: jika kita ingin mengingat suatu fakta, uraikan maknanya. Pertanyaan tentang sebab dan akibat suatu peristiwa merupakan penguraian yang sangat efektif karena setiap pertanyaan membentuk hubungan yang bermakna, atau jalur pengambilan atau peristiwa itu
Konteks dan Pengingatan
Karena konteks merupakan isyarat pengingatan yang kuat, kita dapat meningkatkan daya ingat kita dengan mengulang konteks dimana belajar terjadi. Jika kita selalu belajar disalah satu ruang, pengingatan kita akan lebih baik jika kita berada diruang itu dibandingkan di bangunan yang berbeda, karena konteks ruang merupakan isyarat pengambilan uantuk materi kuliah.
Organisasi
Organisasi selama penyandian mengingatkan pengingatan selanjutnya. Prinsip ini dapat diterapkan dalam pemakaian praktis: kita mampu menyimpan dan mengambil sejumlah besar informasi jika kita mengorganisasikannya.
Melatih Pengingatan
Cara lain untuk meningkatkan pengingatan adalah melatih pengingatan artinya, bertanya pada diri sendiri tentang apa yang akan kita palajari. Upaya pengingatan adalah pemakaian efektif waktu belajar. Hal ini telah didemonstrasikan sejak lama oleh eksperimen yang menggunakan materi seperti yang dipelajari dalam kuliah.
Metode PQRST
Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk mempelajari dan mengingat materi yang dipersentasikan dalam sebuah buku teks (Thomas & Robinson, 1982). Metode ini mengambil nama dari lima tahapannya: Preview (peninjauan), Question (pertanyaan), Read (membaca), Self-Recitation (menceritakan kembali diri sendiri), dan Test (ujian).
Daftar Pustaka
Walgito Bimo. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Ahmad Abu, Umar M, 1992. Psikologi Umum. Pt. Bina ilmu.
Rita L. Atkinson, et, al. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas, jilid 1.alih bahasa, Widjaja Kusuma. Interaksara.
http://en.wikipedia.org/wiki/Chunking_(psychology)
[1] Prof. Dr. Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Penerbit Andi. Yogyakarta. Hal162
[2] Drs. Abu Ahmad, Drs.M. Umar M.A., 1992. Psikologi Umum. Pt. Bina ilmu.
[3] Rita L. Atkinson, et, al. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas, jilid 1.alih bahasa, Widjaja Kusuma. Interaksara. Hal 480
[4] Ibid. Hal 525
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/Chunking_(psychology)
[6] Rita L. Atkinson, et, al. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas, jilid 1.alih bahasa, Widjaja Kusuma. Interaksara. Hal 528
[7] Ibid hal529-531
[9] Rita L. Atkinson, et, al. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas, jilid 1.alih bahasa, Widjaja Kusuma. Interaksara. Hal 533-535




